Piala
Dunia adalah satu-satunya ajang yang dianggap tertinggi dalam sepakbola. Tidak
ada gelar yang paling diimpikan setiap pemain sepakbola di dunia ini selain
menjuarai Piala Dunia. Namun, timbul suatu pemikiran bagaimana kalau kita bisa mempertandingkan para tim
juara dari seluruh dunia dalam satu turnamen.
Gagasan menarik itu sudah dimulai sejak 1980.
Sebuah turnamen yang diberi nama Mundialito mempertemukan lima tim juara dunia.
Inggris menolak berpartisipasi dan tempatnya diisi Belanda. Sejarah terulang
ketika Uruguay sukses membekuk Brasil di final. Namun, status juara yang
disandang Uruguay tak berarti memastikan mereka sebagai tim yang terbaik di
dunia.
Pelan tapi pasti, Mundialito menjadi cikal bakal
digulirkannya Piala Konfederasi. Atas inisiatif presiden UEFA Artemio Franchi,
pada 1985 dan 1993 digelar Trofi Artemio Franchi yang mempertemukan juara Eropa
dengan Amerika Selatan.
Gagasan mempertemukan antartim terbaik dunia
mulai berkembang. Pada 1992, digelarlah sebuah turnamen antartim terbaik dunia
di Arab Saudi dengan tajuk Piala Raja Fahd. Argentina berhasil keluar sebagai
juara. Tiga tahun kemudian, format mengalami perubahan dari empat tim peserta
menjadi enam dan Denmark sukses menjuarainya.